Jumat, 03 Oktober 2014

Everything is Unique


Oleh: Poetry Ann



Judul Buku: Oase Kehidupan dari Padang Pasir
Penulis   : Diday Tea
Penerbit  : Quanta (Cetakan pertama, 2012)
Tebal     : xviii + 258 halaman
ISBN      : 978-602-003379-2

50 cerita dari Diday yang dikemas ringan dalam buku ini, membuktikan pada kita bahwa tidak ada satu pun peristiwa atau kejadian yang kita alami dalam hidup ini berjalan biasa-biasa saja dan terjadi sia-sia. Segala hal, sekecil apapun peristiwa yang kita alami dalam kehidupan ini adalah unik, dan akan menjadi luar biasa jika kita mampu menemukan hikmah yang terkandung di baliknya untuk kemudian membagikannya kembali kepada orang lain. Bahkan hal yang kita anggap tidak menarik pun bisa menjadi hal yang sangat
menarik.
Diday menceritakan kembali kepada kita apa yang didapatkannya dari kehidupan. Dari berbagai hal yang pernah dibaca, didengar, dipelajari dan dialaminya langsung dengan gaya bertutur yang mudah dipahami dan tidak membosankan. Dari mulai cerita-cerita yang menyedihkan, mengharukan, membahagiakan, membanggakan, memotivasi, sampai cerita-cerita lucu yang mampu membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa.
Cerita sarat makna yang dituliskan dengan dua teknik penulisan berbeda, yaitu teknik penulisan esai ringan dan teknik penulisan fiksi layaknya sebuah cerpen. Namun, tetap sama-sama menyuguhkan pengetahuan yang sekaligus mampu mengubah mindset yang selama ini -secara sadar ataupun tidak- terus kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Yang sesungguhnya justru membuat diri kita terus menerus berada pada titik yang sama.
Kita tengok saja pada cerita yang berjudul “Biar Cepat Asal Selamat” yang menyadarkan kita bahwa sudah saatnya kita membuang peribahasa “biar lambat asal selamat” dalam kamus hidup kita di dunia yang pergerakannya semakin cepat ini. Pada cerita yang berjudul “Mengalir Seperti Air? Ke Laut Aje!” menyadarkan diri kita untuk tidak lagi berpikir “bagaimana nanti” tapi pikirkanlah “nanti bagaimana?”. Apakah kita akan memilih membiarkan diri kita terbawa oleh arus air yang bisa saja membenturkan kita pada batu yang mengakibatkan keterpurukan atau kah kita memilih untuk menyetir masa depan kita sendiri, dengan “dayung” yang kuat sebagai alat. Yang bisa kita gunakan untuk bisa menghindari dan menyelamatkan diri ketika arus membenturkan kita pada keterpurukan. Kemudian pada cerita yang berjudul “Bersukses-sukses Dahulu, Kini dan Kemudian” membuka pikiran kita bahwa kebahagiaan mustinya bisa kita nikmati sejak kita memutuskan memulai proses untuk meraih kesuksesan yang ingin kita capai, hingga sekarang dan nanti.
Pada “Dialog Lima Belas Juta” yang menceritakan tentang ekspresi keterkejutan seorang temannya yang menyayangkan ketika Diday mengatakan padanya bahwa, total uang yang dihabiskannya untuk membeli buku-buku yang ia miliki, setelah diakumulasi adalah lima belas juta rupiah. Tapi Diday berhasil menunjukkan padanya kalau pilihan membelanjakan uangnya untuk memebeli buku-buku tersebut bukanlah hal yang sia-sia dan tak berguna. Karena justru dengan pengetahuan yang didapatnya dari membaca buku-buku yang dibelinya tersebutlah ia berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya, yang bahkan merupakan seniornya ketika melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan di luar negeri. Dengan gaji 15 kali lipat lebih banyak dari gaji yang ia dapatkan dari perusahaan lama tempatnya bekerja. Yang berarti telah mengembalikan modal lima belas jutanya, yang ia gunakan untuk membeli buku plus dengan untung yang berlipat-lipat.
Cerita-cerita lain yang tak kalah bermanfaat dan memotivasi bisa kita simak dalam buku ini.
     Hidup adalah pilihan. Apakah kita memilih untuk mengabaikan dan melewatkan segala hal yang terjadi dalam hidup kita begitu saja, atau kah kita memilih untuk menghargai dan memaknai sebuah peristiwa, meski pun peristiwa itu kecil, membagikannya dan membuatnya berguna untuk orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa tanggapan kamu tentang tulisan ini?